*Selamat Datang Di Situs Resmi STIT Al Qur'an Al-Ittifaqiah Indralaya*
Home 50 BERITA (page 10)

Category Archives: BERITA

Feed Subscription

Pojok berita dan peristiwa kampus STITQI Indralaya.

Anak-anak Korea Selatan Paling Tidak Bahagia

Anak-anak Korea Selatan paling tidak bahagia menurut studi di antara negara-negara maju karena stress akibat tekanan pendidikan yang sangat tinggi di negara itu.

Read More »

Bayar Rp 1 Juta Skripsi Beres

Para penyedia jasa pembuatan skripsi bergentayangan di Tasikmalaya. Mereka menawarkan jasa pembuatan tugas akhir kuliah itu dengan bayaran mulai Rp 1 juta hingga Rp 3,5 juta.

Read More »

Wapres Minta Pramuka Rebranding

Pemerintah berencana me-rebranding Pramuka. Sebab, selama ini gerakan kepemudaan itu tidak mendapat simpati dari kalangan pelajar. Terbukti, semakin lama semakin sedikit yang ikut kegiatan kepanduan itu.

Read More »

Agar Lulusan Tak Menganggur, Kampus Arahkan Jadi Entrepreneur

Kalangan perguruan tinggi menyikapi berbeda terhadap fenomena banyaknya sarjana lulusan manajemen yang belum bekerja di Surabaya. Ada kampus yang memangkas, tetap mempertahankan, bahkan menambah jumlah kuota mahasiswa jurusan manajemen.

Read More »

Beasiswa LN Terancam Molor

Lepasnya unit utama Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbud ke Kementerian Riset Teknologi berpotensi mengganggu beasiswa mahasiswa di luar negeri (LN). Apalagi, jika otoritas yang mengurusi soal beasiswa itu tidak juga segera diberi tempat di Kemristek. Diprediksi, uang beasiswa itu terancam molor hingga tiga bulan.

Read More »

Khawatir Keterlambatan Anggaran Ganggu Pendidikan Tinggi

Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Haryono Umar mengungkapkan pembentukan dua kementerian yang mengurusi pendidikan masih menyisakan persoalan. Sebab, saat ini anggaran untuk Kementerian Pendidikan Dasar, Menengah dan Kebudayaan maupun Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi masih disatukan di Kemendikbud.

Read More »

Anak-Anak Digital itu pun Terbuai Aksi para Pendongeng

PULUHAN anak riuh di sekeliling panggung yang diatur rendah untuk menciptakan kesan akrab. Dengan mata berbinar mereka menantikan para pendongeng yang akan tampil. Salah seorang anak enam tahun, Izan, sudah menunggu sejak pagi di salah satu sisi panggung di Festival Dongeng Indonesia 2014 di Museum Gajah, Jakarta, kemarin.

Read More »

Waspadai Radikalisme Remaja

PEMERINTAHAN Joko Widodo perlusegera mengantisipasi berkem bangnya bibit radikalisme di ka langan remaja melalui pendidikan berbasis penguatan wawasan sosial. "Pendidikan kita sekarang masih terobsesi bagaimana membuat anak pintar saja. Seharusnya itu dibarengi dengan penguatan karakter sosial yang memadai," kata sosiolog dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Arie Sudjito, kemarin.

Read More »

Kampus Rentan Disusupi Radikalisme

Kampus sebagai ruang diskusi terbuka, paling rentan disusupi paham takfiri atau lebih dikenal dengan istilah radikalisme. Karena itu, dirasa perlu membekali mahasiswa dengan wawasan kabangsaan dan pengetahuan Islam yang rahmatan lil alamin. Hal ini disampaikan Prof Nasaruddin Umar, dalam Dialog Publik Pencegahan Terorisme di Menara Phinisi UNM, Senin (27/10).

Read More »

Desak Jokowi Realisasikan Penghapusan UN

Penghapusan Ujian Nasional (UN) kembali disuarakan. Kali ini, akademisi Lampung mendesak pemerintahan Jokowi segera merealisasikannya untuk menyelamatkan masa depan pendidikan di Indonesia. Rektor IBI Darmajaya Andi Desfiandi menegaskan, kondisi UN saat ini tidak lagi sesuai tujuan awal kebijakan itu digulirkan. Jika semula bertujuan memetakan pendidikan di Indonesia, saat ini malah menjadi ajang pemimpin daerah saling berlomba mendapatkan nilai UN tertinggi.

Read More »
Scroll To Top