*Selamat Datang Di Situs Resmi STIT Al Qur'an Al-Ittifaqiah Indralaya*
Home 50 Opini (page 4)

Category Archives: Opini

Feed Subscription

Kategori ini untuk opini.

Korporatisasi Pendidikan

Di tengah budaya korup sekarang, lembaga persekolahan tak sepenuhnya lagi menjadi institusi terpuji, tempat mengajarkan kearifan dan membentuk watak mulia. Lingkungan sekolah, terlebih pendidikan tinggi, kini menyerupai korporasi di mana berbagai transaksi—juga korupsi—terjadi.

Read More »

Korporatisasi Pendidikan dan Kebudayaan

Sertifikasi sebagai tanda standardisasi produk itu diperlukan untuk sebuah proses produksi (manufaktur), tapi tidak tepat untuk diterapkan dalam pendidikan dan kebudayaan; mengingat input maupun orientasi input-nya amat beragam. Korporasi dalam pengertian yang sederhana adalah perusahaan besar yang dipisahkan antara manajemen dan kepemilikan sahamnya.

Read More »

Kurikulum Jantung Sekolah

Masalah pendidikan merupakan masalah yang sangat penting bagi kehidupan seorang pendidik, keluarga, bangsa dan negara, karena maju mundurnya suatu bangsa dan negara sebagian besar ditentukan oleh maju mundurnya pendidikan negara tersebut.

Read More »

Keluarga, Sekolah dan Akhlak

Keluarga adalah tempat pendidikan yang pertama bagi anak, khususnya dalam upaya membentuk budi pekerti yang luhur. Oleh karena itu dalam keluarga mulai dari perasaan, perilaku dan pergaulan orang tua sangat berpengaruh terhadap jiwa anak. Itulah sebabnya orang tua tidak hanya sebagai pendidik saja, tetapi juga sebagai teladan bagi anak-anak dalam upaya membina ke arah mental yang sehat, khususnya mental keagamaan.

Read More »

Guru Idola Siswa

Pendidikan merupakan suatu usaha atau aktivitas untuk membentuk manusia-manusia yang cerdas dalam berbagai aspeknya baik intelektual, social, emosional, maupun spiritual, terampil serta berkepribadian dan dapat berperilaku dengan dihiasi akhlak mulia. Pendidikan adalah hak setiap manusia yang harus ia dapatkan. Negara telah menjaminnya dalam konstitusi yaitu dalam UUD 1945 pasal 31, yang menyatakan bahwa setiap warga Negara berhak mendapatkan pengajaran. Hal ini bermakna bahwa setiap manusia yang hidup dan tinggal di Indonesia dimanapun ia tinggal, apapun status sosialnya, hak mendapatkan pendidikan dijamin oleh konstitusi.

Read More »

Pengaruh Majelis Ta’lim Terhadap Perilaku Keagamaan dalam Keluarga Anggota Majelis Ta’lim

Islam adalah agama yang haq dan sempurna, yang merupakan syariat Allah yang diturunkan kepada umat manusia di muka bumi melalui perantara nabi dan rasul-Nya, agar mereka beribadah kepada-Nya. Untuk menanamkan keyakinan ini dibutuhkan suatu proses pendidikan baik pendidikan formal maupun pendidikan non formal yang didukung dengan diadakannya kegiatan-kegiatan keagamaan yang telah merambah luas di masyarakat dewasa ini.

Read More »

KONSEP PENDIDIKAN KARAKTER

SistempendidikandiIndonesiasecara umummasihdititikberatkanpada kecerdasan kognitif. Hal ini dapat dilihat dari orientasi sekolah-sekolah yang ada masih disibukkandenganujian,mulaidariujianmid,ujianakhirhingga ujiannasional. Ditambah latihan-latihan soal harian dan pekerjaanrumah untuk memecahkan pertanyaandibukupelajaranyang biasanyatak relevandengankehidupanseharihari parasiswa.

Read More »

MORALITAS REMAJA

Masa remaja merupakan masa transisi bagi individu dalam mencari jati diri atau identitasnya. Keadaan jiwa yang tidak stabil menyebabkan rasa emosional yang tinggi, keingintahuan yang kuat terhadap hal-hal yang baru, dan keinginan untuk diakui masyarakat sekitar dan lain sebagainya. (Salzman dan Pikunas 1976) menyatakan bahwa masa remaja ditandai dengan (1) Berkembangnya sikap dependen kepada orang tua kearah independen (2) Minat seksualitas. (3) Kecenderungan untuk merenung atau memperhatikan diri sendiri, nilai-nilai etika, dan isu-isu moral”.[1]

Read More »

Pentingnya Pendidikan Karakter Dalam Dunia Pendidikan

“Pendidikan karakter adalah pendidikan untuk 275 juta penduduk Indonesia”

Read More »

Perilaku Otentik Siswa dan Guru

PERILAKU otentik siswa dalam belajar dan guru dalam mengajar perlu terus diupayakan. Siswa idealnya bersemangat untuk memahami, bahkan memecahkan, berbagai masalah yang muncul di sekitarnya. Intinya, mereka belajar memahami dan memikirkan lingkungannya agar siap saat memasuki kehidupan, bukan hanya saat menghadapi ujian.

Read More »
Scroll To Top