*Selamat Datang Di Situs Resmi STIT Al Qur'an Al-Ittifaqiah Indralaya*
Home 20 BERITA 20 KULIAH IFTITAH 2017

KULIAH IFTITAH 2017

Stitqi.ac.id (13/10) Indralaya- “Saat ini di tengah maraknya kecenderungan untuk menjadi seorang muslim di Amerika Utara dan Eropa, marak pula di belahan dunia tersebut perkembangan pemahaman kesislaman yang tidak utuh yang bahkan bertentangan secara diametral dengan semangat inti ajaran Islam sendiri. Pemahaman yang cenderung menebar kebencian dan kamarahan kepada yang lain, bahkan kepada muslim yang lain yang berbeda pemahaman dengan yang diyakini.” Demikian Dr. H. Mamad Selamet Burhanudin, M.Ag. mengawali materi Kuliah Iftitah di kampus Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) al-Qur’an Al-Ittifaqiah.

Dalam kondisi semacam itu, bila seorang warga Amerika menjadi seorang muslim maka dia kehilangan keamerikaannya dan begitu juga hal tersebut berlangsung di berbagai negara Eropa. Fenomena ini sangat tidak baik bagi masa depan muslim di wilayah-wilayah tersebut.

Hal inilah yang saat ini mengundang keprihatinan dan ditanggapi dengan arif oleh muslim Indonesia. Muslim Indonesia yang memiliki pengalaman panjang dalam perjalanan keislmannya telah menemukan bahwa menjadi seorang muslim yang lahir di Indonesia sesungguhnya adalah mengekspresikan keislamannya dalam keseharian hidup dan kebudayaan Indonesia. Sehingga menjadi seorang muslim bagi mereka sesungguhnya juga menjadi seorang Indonesia sejati. Tidak bisa dipisahkan antara keislaman dan keindonesiaan.

Kehadiran Islam di Indonesia pada akhirnya justru menjadi penguat dan pemersatu manusia Indonesia. Cara berislam seperti inilah yang menjadi tawaran muslim Indonesia bagi dunia.

Akan tetapi yang harus menjadi catatan adalah bahwa keberislaman  semacam ini lahir dari sebuah tradisi keilmuan yang sangat panjang dan teruji dalam sejarah yang muncul dan dikembangkan di pesantren hingga saat ini.

Oleh karena itu terkait dengan pendidikan tinggi maka perguruan-perguruan tinggi yang berbasis pesantren seperti yang dimiliki Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) al-Qur’an Al-Ittifaqiah ini sesungguhnya menjadi masa depan pendidikan Tinggi di Indonesia dan dunia yang akan melahirkan manusia-manusia yang rahmatan lil’alamin yang menjadi penyanggah perdamaian dunia.

Begitulah uraian ringkas materi Kuliah Iftitah dari pejabat Kepala Subdirektorat Pengembangan Akademik Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Scroll To Top