BERITA

Promo

Jurnal

Kreasi

  • Alquran, Umat Islam, dan Persaudaraan Universal (III)

    Alquran, Umat Islam, dan Persaudaraan Universal (III)

    Oleh: Ahmad Syafii Maarif Kita kutip makna ayat 13 surat al-Hujurat secara lengkap, “Wahai manusia! Kami ciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan Kami jadikan kamu beberapa bangsa dan puak agar kamu saling mengenal satu sama lain. Sesungguhnya yang termulia di antara kamu di sisi Allah adalah yang paling takwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, Mahasadar.” Yang dipanggil oleh ayat bukan hanya orang beriman. Mufasir Muhammad Asad dalam The Message of the Quran (1980, halaman 792) memberi ulasan tentang etika sosial yang terkandung dalam ayat 13 ini. Kita kutip, “Bermula dengan penghormatan yang ditujukan kepada Nabi (dalam ayat 2-7) dan implikasinya kemudian atas kepemimpinan umat yang benar sesudahnya, diskursus ini mencapai puncaknya pada prinsip persaudaraan di antara orang-orang beriman (ayat 10), dan dalam pengertian yang terluas, persaudaraan seluruh umat manusia (ayat 13).”

    Read More »
  • Alquran, Umat Islam, dan Persaudaraan Universal (II)

    Alquran, Umat Islam, dan Persaudaraan Universal (II)

  • Alquran, Umat Islam, dan Persaudaraan Universal (I)

    Alquran, Umat Islam, dan Persaudaraan Universal (I)

  • Islam Dalam Krisis (III)

    Islam Dalam Krisis (III)

Opini

  • Menatap ISIS dengan Tenang

    Menatap ISIS dengan Tenang

    Di luar persoalan konflik kawasan Israel-Palestina yang tak pernah usai, kini dunia dikejutkan dengan gerakan politik keagamaan baru yang tak kalah dahsyat. Islamic State of Iraq-Syria (ISIS) kini menjadi momok baru yang menjadikan instabilitas politik Timur Tengah akan semakin lama. ISIS kini bukan hanya menguasai beberapa wilayah di Irak dan Suriah, tapi juga sudah menguasai satu wilayah di Libanon. Pertanyaannya, apayangperlu dikhawatirkan dengan perkembangan ini? Mengapa Pemerintah Indonesia menaruh kewaspadaan tinggi terhadap persoalan ini? Dua pertanyaan ini bisa dijelaskan panjang lebar. Namun, karena keterbatasan ruangan, penulis hanya akan memberi ulasan singkat atas dua pertanyaan tersebut.

    Read More »
  • Apakah Benar Wanita Itu Kurang Akalnya?

    Apakah Benar Wanita Itu Kurang Akalnya?

  • Prestasi Tiada Henti, 29 Tropi di Januari

  • STITQI Mewisuda 103 Sarjana Pendidikan Islam

PENGUMUMAN

  • PERKULIAHAN MINGGU TERAKHIR SAMPAI DENGAN JUM’AT, 30 DESEMBER 2017 PEKAN SUNYI MULAI ...

    Read More »
  • PENGUMUMAN

    Hari terakhir kuliah Jum’at, 30 Desember 2017 COSTA (Competition Of Sport And ...

    Read More »
  • STITQI Pertahankan Akreditasi “B”

    STITQI Pertahankan Akreditasi “B”

    Setelah asesmen akreditasi 6 Desember 2014 yang dilakukan dua orang asesor BAN-PT , Dr. KH. Akhyak, M.Ag., dan Dr. H. Syamsun Ni’am, M.Ag., civitas akademika STITQI Indralaya mendapatkan anugerah terindah dari Allah Swt. berupa raihan akreditasi "B". Hal itu tertuang dalam SK BAN-PT tertanggal 29 Desember 2014 Nomor 483/SK/Akred/S/XII/2014. Kerja keras dengan target mempertahankan akreditasi "B" terbayar sudah. "Alhamdulillah. Kita mampu memenuhi harapan seluruh alumni dan mahasiswa STITQI Indralaya untuk mempertahankan akreditasi kita dengan skor 316." Begitulah ungkapan syukur dari ketua STITQI Indralaya ustaz Muhyidin, MA. usai memperoleh informasi dari Jakarta.

    Read More »
  • TC Peserta MTQ/STQ 2015

    stitqi.ac.id (11/2) - Dalam rangka mematangkan persiapan peserta MTQ/STQ di beberapa kabupaten dan provinsi Sumatera Selatan, Lembaga Tahfidz dan Tilawah Al-Quran (LEMTATIQI) pondok pesantren Al-Ittifaqiah Indralaya mulai membuka training center. Sebelum membuka secara resmi, ustaz Khotmir Rohi, S.Pd.I. menjelaskan bahwa tujuan TC bukan hanya mengejar target juara melainkan juga sebagai bahan evaluasi. Salah satu dosen di STITQI ini juga mengharapkan semua peserta meluruskan niat dalam mengikuti MTQ/STQ. Selain itu juga agar jangan menodai sedikitpun nilai-nilai keikhlasan, karena banyak peserta MTQ pada saat latihan begitu sempurna tetapi ketika tampil jadi berantakan. Beberapa hal yang membuat peserta gagal diantaranya adalah tidak ikhlas sehingga dia meremehkan pembina, meremehkan peserta yang lain dan timbul rasa riya dalam hatinya.

    Read More »
Scroll To Top